Jumat, 14 Desember 2007

MULAI DULU, BERKAH AKAN BERMUNCULAN

Terkadang, kalau lagi siklusnya, saya suka engga pede dengan apa yang saya lakukan saat ini. Lulusan S1 Manajemen Biztel kok ujung2nya ngurusin bisnis fotokopian. Ga nyambung banget deh!

Alhamdulillah, ada dua tulisan dari Pak Roni dan Pak Hadi yang bikin saya lebih nyaman.

Ternyata, bagi teman2 yang emang baru merintis bisnis, yah beginilah prosesnya. Jika kita merasa bisnis kita ini bisnis recehan, yang penting kita punya visi mau dibawa kemana bisnis kita. Alias, kapan kita akan "keluar" dari bisnis ini.

"Keluar" disini, secara sederhana dapat diartikan sebagai saat dimana keberadaan anda, sudah dapat tergantikan oleh sistem yang anda rancang.

Nah, selain itu ada berkah tersendiri bagi yang berani memulai bisnis, sekecil apapun, walau cuman kelas recehan. Berkah tersebut adalah, seringnya kita mendapatkan peluang-peluang yang tak terduga sesaat setelah kita berani mengambil keputusan.

Contohnya :
Kasus : Saya punya keinginan terjun di bisnis yg uangnya harian, bukan proyekan

Berkah 1 : Ternyata saya & sohib, ditawari mengelola/mengambil alih sebuah bisnis fotokopi yg hampir bangkrut milik perusahaan dimana ayah saya bekerja. Ingat, yg namanya tawaran tentu engga sembarangan dikasih ke orang yg (terlihat) tidak kredibel. Bukan karena hubungan keluarga semata.

Berkah 2 : Kami berhasil melakukan nego, bahwa selama 3 bulan, uang sewa tempat pembayarannya ditunda. Utang 3 bulan tersebut disetujui untuk dibayar nyicil selama setahun, dan mulai diakumulasi di bulan ke-4

Berkah 3 : Dua buah mesin NP 6650, satu alat potong kertas, satu alat jilid, dan satu mesin laminasi hanya dihargai 2,5 juta oleh perusahaan. Dan bisa dibayar nyicil setahun. Hot deal !

Nah, sekarang saya punya keinginan untuk beli mesin digital. Tapi ternyata ditunjukkan jalannya atas penjelasan seorang sales *ini juga berkah*, bahwa mesin analog pun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, yang penting warnanya engga bintik-bintik item putih.

Berkah 4 (terbaru!) : Saat tahu harga mesin antara 11-15 juta, ternyata di kampus ada mesin nganggur dengan jenis yg sama seharga 1 juta. Alhamdulillah, mudah2an yang ini berhasil dibeli. Amin amin amin...

Sejujurnya, yang kadang bikin saya kurang pede dengan bisnis ini adalah karena dapetnya masih recehan. Makanya saya suka ga nyaman kalau bertemu dengan temen2 dan mereka menganggap seolah saat seseorang menyandang gelar "pengusaha" maka otomatis dia pasti kaya raya.

Anggapan tersebut biasanya saya jawab sambil becanda "Kalau saya udah kaya raya, harusnya saya udah berani nikah dong sekarang" *kedip-kedip*

Yah emang bener, tidak menjadi diri sendiri, akan membuat batin tersiksa
Seseorang pasti punya banyak sisi dalam hidupnya, seperti saya

Maka dengan ini saya deklarasikan bahwa bisnis saya masih recehan (menuju triliunan, amin) dan pendapatan pribadi saya masih dibawah UMR (menuju massive income, amin). Saya masih tinggal bersama orangtua dan adik-adik (menuju tinggal di rumah sendiri bersama istri yg shalehah, amin)

Saya yakin, berkah akan bermunculan, asal kita tawakkal !!!
Meyakini bakal bangkrut, padahal belum mulai,
(mungkin) adalah salah satu bentuk kelemahan aqidah kita

NB :
1. Bisnis tas laptop yang nongkrong di kanan atas blog ini pun salah satu bentuk test drive saya bahwa yang penting mulai dulu aja, anggap semuanya adalah belajar, khususnya belajar bisnis via internet.

2. Saya juga punya keinginan suatu saat, bisnis saya bergerak di bidang telekomunikasi dalam berbagai bentuk turunannya. Amin amin amin. Karena, kalo engga balik kesini, khawatirnya "mengkhianati" ilmu kuliah. Tapi kalau takdir berkata lain, ya sudah syukuri apa yang terjadi aja.

3. Sudahkah anda mengucapkan "alhamdulillah" hari ini ? Sambil senyum ya...

4 komentar:

Adhi mengatakan...

Bagaimana kalo bisnis penjualan hewan Qurban?

Antum ridho teu-nya banyak hewan disekitar antum. Kang Agah yang ganteng...kini...

adhi aya cerita sakedit:
Ana pernah, tidur dikelilingi domba jantan...walau demikian kami tetap pede, karena kami mengurusi bisnis dengan omset sekitar 500 juta...dan keuntungan bisa mencapai 30 %....Dengan pengelola 10 orang dan meningkat 3 kali lipat pada saat MHQ ( karena harus mendirikan depot, menunggui hewan,melayani pembeli yang datang, mengirim, dan merawat jika ada hewan yang sakit ). Sampai sekarang ana fikir ini bisnis yang hebat..kenapa ya?

Dan ada hikmahnya,ana teh jadi tau tingkah polah domba jantan yang stres dikandang masing-masing bersama puluhan ekor domba jantan lainnya.

Waktu itu ana ngalamun, en terfikir seperti ini....
Siganamah jantan-jantan yg lain oge mun stress siga domba ieu mereun-nya...sambil mengelus-ngelus gado si domba.

Adhi mengatakan...

A Agah..Ari Blog anu namina ( Da'watuna.com ) gagaduhan saha?

anugerah perdana mengatakan...

Wah mister adi, jangan lama-lama deket domba. Ntar ga nikah2 lagi hehehe...

Agrobisnis seperti perkebunan, peternakan, dan perikanan juga adalah salah satu impian saya (perasaan banyak banget ya impian si agah teh). Tapi sekarang, jujur aja masih ngeblank banget

Setahu saya domba mah belum jadi konsumsi daging utama disini ya, soalnya orang indonesia mah kesenengannya ayam.

NB : detail situs dakwatuna, diliat aja di profilnya

Donny mengatakan...

Gah, ari saya kalakah sibuk sama urusan-urusan yang nggak 'piduiteun' coba...:D kumaha tah? moal kawin2 atuh euy :))