Rabu, 30 Januari 2008

ANTARA KO PERRY, OM BOB, DAN PAK GONDHO


Pekan ini alhamdulillah, saya banyak sekali mendapatkan hikmah.
Khususnya terkait filosofi bisnis.
Hal ini saya dapatkan dari tiga figur yang cukup dikenal oleh kita semua.

Yang pertama adalah Ko Perry Tristianto, alias sang raja factory outlet. Saya bertemu dengan beliau ahad kemarin di milad TDA yang ke-2 di Jakarta. Beliau menjadi salah satu "bintang" di acara tersebut.

Tidak lain dan tidak bukan karena gayanya yang nyantai, to the point, dan emang riil dipraktekkan langsung oleh beliau. Salah satu idenya yang unik adalah

"Kalo mau bisnis, jangan belum apa2 udah mikir untung duluan. Entar ga mulai2. Saya kalo mau bisnis, yg pertama diitung justru kemungkinan ruginya, berapa duit? "

"Lalu, saya bayangin kalo seandainya saya rugi, bakalan melarat engga? Kalo engga mah, ya jalan aja. Karena untung mah urusan Tuhan"

Contohnya waktu beliau bikin "Rumah Sosis" di Bandung Utara. Sewa tempatnya 50 juta. Dan beliau ga mikir bakalan segimana untungnya. Ternyata eh ternyata, kalo ga salah denger. Omset sebulannya 1.5 miliar!

Tapi tunggu dulu, beliau juga ngasi tau kalo dari 90 kali mendirikan toko, hingga kini yang bertahan tinggal 20an. Jadi, silakan diambil sendiri kesimpulannya ya ;)

Yang kedua adalah Om Bom Sadino, alias salah satu pelaku agrobisnis senior yang dikenal nyeleneh. Saya bertemu dengan beliau di TV, hehehe... Alias nonton VCD yang dihadiahkan secara gratis oleh Majalah Wirausaha & Keuangan pas milad TDA kemaren.

Dalam wawancara di VCD tersebut beliau mengungkapkan filosofi bisnisnya yaitu,

"Orang 'pintar' itu sering terbelenggu oleh jalan pikirannya sendiri. Makanya ga mulai2 bisnis."

"Belum apa2 udah ngitung2 dengan ribet. Ngeliat untungnya tipis diatas kertas, udah mundur duluan. Padahal, amat jarang sesuatu itu berjalan sesuai rencana."

"Untung atau rugi itu urusan Yang Diatas. Mulailah melangkah, nikmati skenario dari Sang Masterplan kehidupan."

"Dunia ini diciptakan seimbang. Jadi bila kesulitan selalu satu paket dengan kemudahan, kenapa masih harus ragu memulai bisnis?"

Yang ketiga adalah Pak Haji Sugondho, alias sang raja steak, pemilik Obonk Steak se-Indonesia. Saya bertemu dengan beliau duluuu banget. Tapi saya masih ingat salah satu poin penting prinsip beliau dalam berbisnis.

Beliau tipe orang yang menghargai "trust/kepercayaan" Maka tidak heran kalo MoU diatas kertas, hanya diangap pelengkap saja.

Salah satu test case-nya dalam membuka outlet Obonk di suatu daerah adalah, dicoba buka 3 bulan dulu. Kalo sukses, lanjut. Kalo gagal, ya tutup. Maka dari itu beliau berprinsip

"Dalam bisnis, urusan kita hanya mencoba/ikhtiar. Karena rezeki itu urusan Allah, dan untung/rugi bukan urusan kita"

Nah, saya yakin dari ketiga figur diatas, benang merahnya terlihat jelas.
Bener apa betul? *maksa mode : on

Mulai aja dulu, saya pribadi juga dulu pengalaman mulai bisnis cuman modal 200 rebu doang. Buat beli pamflet, stempel, sama kwitansi. Hasilnya?

Saya punya bimbel privat (masih terus berkembang), EO training buat remaja (vakum), catering (vakum), kantin masakan jepang di kampus (bangkrut, hehehe), dan yang terbaru saya punya dua unit mesin fotokopi (insya Allah bakalan maju!).

Alhamdulillah, ga kebayang loh dulu pas mulai mah...

Saya jadi keingetan saat ngoobrol sama Kang Maman, rekan bisnis
"Kang Agah, saat kita komitmen memulai sesuatu, maka Allah akan turunkan ilmunya untuk kita, dan tanpa terduga, Allah akan pertemukan kita dengan guru2 di bidang tersebut"

Cieh, so sweet...

NB :
1. Tulisan ini saya anggap sekaligus resume milad ke-2 TDA kemarin
2. Silakan baca postingan terkait --> Action Donk !

Tidak ada komentar: