Minggu, 09 September 2007

EMPTY NEST SYNDROME

Harian Kompas hari ini memuat topik tentang judul diatas. Terjemahan bebasnya : Sarang burung yang kini kosong (pas ngga ya?). Dan setelah saya pikir-pikir, nampaknya sindrom ini bakalan mendera orangtua saya dalam beberapa tahun kedepan.

Sebabnya adalah :

1.Adik saya yang paling kecil ada kemungkinan SMA di luar kota
2.Adik saya yang tengah, ngekos di jatinangor
3.Saya (beranda-andai) menetap di kota lain bersama istri

Artinya rumah kemungkinan besar bakalan sepi. Kata koran sih kita harus sering-sering menjalin komunikasi dengan ortu. Nelepon, SMS, bahkan kirim2 email (ibu saya bisa loh pake email hehehe…)

Kemarin aja saat nganter adik saya yang nomer dua, beliau nangis sambil sedih sesenggukan. Padahal saya yang masih anaknya juga ini sehari-hari masih bersemayam di kamar lantai dua.

*kayak jin aja, bersemayam :P*

Yah, sudah saatnya meningkatkan kapasitas birrul walidain nampaknya

2 komentar:

donny mengatakan...

Mungkin nyambung juga dengan topik yang dilemma umur ;) di sisi anak, kita sering merasa malu jika minta terus pada orang tua. Sementara, dari obrolan dengan orang tua, dan juga baca di beberapa tulisan lama, orang tua sesungguhnya, sampai kapan pun, akan lebih senang jika merasa masih dibutuhkan oleh anak-anaknya.

Ingat kan kasus Kiki Fatmala dan orang tuanya? sampai segitunya mencari perhatian anak...padahal intinya sih si ibu ingin merasa dibutuhkan. Dari psikologi orang tua, nampaknya, mereka akan lebih 'tersiksa' jika anak-anaknya sudah mandiri semua dan sudah mulai tidak 'meminta' apa pun lagi pada orang tuanya.

Catatan : kasus ini tentunya berlaku bagi orang tua yang 'normal' loh :)

jundihasan mengatakan...

Wahh..dilema banget ya??
satu sisi hidup harus terus berjalan sesuai dgn fasenya masing-masing. disisi lain, orang2 tercinta masih terus membutuhkan kita disamping.

ada sedikit yang menghibur ane kalo masalah ini muncul ;satu kalimat doang "KADANG KITA BUTUH YANG NAMANYA RINDU"

jarak akan merefresh semua interaksi kita dgn orang lain, menjadi lebih baik. InsyaAllah..

Anugerah...
jangan bersemayam terus dong..
bergentayangan dong sekali-kali :P