Minggu, 14 September 2008

RAMADHAN #12

Setapak demi setapak, apa yang telah kucapai dalam kehidupan ini, aku selalu ingin melakukannya dengan lebih baik lagi. Aku tidak pernah terdorong untuk melakukan yang lebih baik karena rasa iri, melainkan, berdasarkan kemampuanku sendiri (Joe Kamdani, founder Datascrip)

Ilustrasi pertama

Saya yakin, kebanyakan orang pernah jatuh karena cinta. Misalnya karena kekasih yang didamba ternyata tidak memilih kita sebagai pasangan hidupnya.

Jujur saja, saya pun pernah.

Dan sebagai dampaknya, saya menjadikan prestasi sebagai pelarian. Baik dari aspek akademis, aspek eksistensi, maupun aspek finansial.

Intinya saya ingin, dengan prestasi yang saya raih, si teteh menjadi menyesal karena tidak memilih saya. Dengan kata lain, saya berprestasi karena iri pada pasangan yang dipilih si teteh.

Memang sih, energi yang dihasilkan sangat dahsyat. Namun, karena bahan bakar energi tersebut bukanlah sesuatu yang baik, maka hasilnya pun menjadi buruk.

Prestasi yang didasari rasa iri hanya melahirkan perasaan hampa.

Ilustrasi kedua

Entah ini hanya berlaku bagi saya, ataupun berlaku pula pada pengusaha lainnya.

Kata2 sensitif bagi golongan ini biasanya adalah, omset, profit, modal, jumlah karyawan, total liputan media, dan sebagainya.

Misalkan kita melihat teman kita yang bisnisnya anu, modalnya cuman sedikit, tapi menghasilkan profit sekian.

Kita jadi pengen, padahal saat ini sedang mengelola bisnis yang bidangnya berbeda. Karena rasa iri, kita pun mencoba bisnis yang berbeda tersebut dengan alasan hanya sambilan.

Awalnya banyak yang bilang, wah hebat, bisnisnya banyak padahal usianya masih muda.

Tapi pada akhirnya, bisnis yang baru akhirnya bangkrut karena namanya juga pengen instan, dan bisnis yang udah jalan akhirnya tutup karena ga keurus.

Prestasi yang didasari rasa iri hanya menghasilkan kehancuran.

---

Begitulah, jangan jadikan rasa iri sebagai bahan bakar perjalanan kita dalam hidup.

Buku berjudul Succeed above Success yang ditulis oleh Pak Joe menggambarkan kebenaran pernyataan tersebut.

Entah ini sesuai dengan pemikiran penulisnya atau tidak, ada dua hal yang saya simpulkan dari tiap tahap kemajuan hidup Pak Joe ini.

Pertama, dia ingin sukses agar istrinya bahagia
Kedua, dia ingin perusahaannya sukses agar karyawannya bahagia

Sebagai buahnya, hingga hari ini Datascrip tetap merupakan salah satu perusahaan solusi bisnis perkantoran terbesar di Indonesia.

Resensi : Belajar dari Filosofi Kucing Bersepatu Lars by Majalah Gatra

1 komentar:

niki kulo mengatakan...

Salam blogspot..
Ya memang harusnya motivasi harus yang positif biar hasilnya juga positif...
bagus postingnya kang..