Blog ini bukan tentang apa yang bisa anda pelajari dari saya, tapi tentang apa yang saya pelajari dari kehidupan
Rabu, 26 November 2008
YAH NAMANYA JUGA USAHA (KATA KOKO LIONG SANG PEMILIK BANYAK PABRIK)
Namanya sengaja saya rahasiakan, tapi blognya ada disini (sama aja bo'ong hehe...)
Suatu hari beliau sedang mendampingi kliennya, pengusaha keturunan tionghoa yang memiliki beberapa pabrik besar. Kita sebut aja namanya Koko Liong
Koko Liong : Ris, lu tau kaga kenapa pengusaha tionghoa biasanya lebih sukses dari pribumi?
Kang Aries : Wah bener juga, kenapa ya Ko?
Koko Liong : Gini nih, oe punya ilustrasinya, lu mau denger kaga?
Kang Aries : Wah tentu dong Ko (ya iyalaahh, elmu geratis masa ditolak)
Koko Liong : Suatu hari, ada pengusaha pribumi dan pengusaha tionghoa, pengusaha pribumi make BMW, pengusaha tionghoa make BMX (sepedah maksudnya)
Nah, tiba2 si pengusaha tionghoa itu mendekati pengusaha pribumi yang lagih markir mobil BMWnya. Setelah menyapa ramah, tanpa diduga si pengusaha tionghoa bertanya
"Eh mau kaga BMW lu dituker sama BMX gue?"
Nah Ris, menurut lu kira2 gimana?
Kang Aries : Yah pasti si pengusaha pribumi itu nganggep si pengusaha tionghoa becanda, bahkan bisa sampe nganggep gila
Koko Liong : Bener Ris, si pengusaha pribumi langsung melotot sambil komentar
"Anda gila ya?"
Dan dengan santai si pengusaha tionghoa menjawab
"Yah namanya juga usaha"
Nah sodara2 sekalian, ada hikmah besar dari kutipan dialog diatas. Yaitu prinsip "Namanya juga usaha"
Prinsip yang kata Nabi SAW dibilang "Ikat dulu untamu" atau "Bagaikan burung yang lapar terbang di pagi hari, dan kenyang saat pulang di sore hari"
Jadi kalo kita mulai merasa hidup gini2 aja dan bararosen
pergaulan gini2 aja ga nambah2 sobat
kerja gini2 aja karir ga naek2
usaha gini2 aja serasa ga berkembang dan jalan ditempat
jomblo gini2 aja kayak ga ada yang minat jadiin kita pasangannya
kesolehan gini2 aja serasa hanya rutinitas,
solusinya gampang
"Udah usaha belum?" Karena diam dan hanya meratap tidak akan merubah apa2
Lebih baik cepat bertindak sehingga lebih cepat menyadari kesalahan, daripada diem.
Lebih baik cepat bertindak sehingga lebih cepat mendapatkan jawaban atas kebimbangan, daripada diem.
Eh tapi inget, tindakan yang tidak dibimbing sama Allah juga percuma, maka jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah bertindak okeh
Selasa, 25 November 2008
TDA Bandung Forum Desember 08 : Kunjungan ke Villa Domba
Iklan dulu PARCEL HARI RAYA BALI
Lanjut, Mungkin Anda sering mendengar keluh kesah dan pertanyaan seperti ini:
"Mengapa sih, acara TDA selalu hanya ttg usaha garment atau IT saja ..."
"Indonesia ini kan negara agraris, mengapa TDA jarang mengangkat usaha agrobisnis?"
"Apa betul bisnis peternakan atau pertanian, bisa dikerjakan oleh karyawan yg baru belajar usaha seperti saya?"
"Beternak sih gampang, jualnya kemana?" dst..
Tenang ... tenang ...
Menanggapi segala pertanyaan di atas, TDA Bandung kembali menggelar Forum
Bandung, yg untuk edisi Desember 2008 mengambil tema: "Kiat Sukses Menjadi
Peternak Domba", bersama Pemilik Villa Domba Kang Agus Ramada S. Yang akan
dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal: Sabtu/ 13 Desember 2008
Waktu: Jam 09.00 - 15.00
Tempat: Villa Domba, Soreang, Kab. Bandung
Narasumber: Kang Agus Ramada S. Pebisnis ternak domba garut "Villa Domba", yang saat ini laris manis diliput berbagai media dan televisi.
InsyaAllah Kang Agus akan sharing, bagaimana ternak domba ini dimulai,
pengelolaan ternak, aspek pemasaran, sinergi dengan perkebunan vanilla, dsb.
Bosen berteori? Makanya biar tidak kebanyakan teori, kita langsung visit Villa
Domba Kang Agus.
Peserta:
Terbuka untuk member TDA dari Bandung dan kota2 lain. Hanya, supaya Domba2 nya tidak stress, peserta kita batasi hingga maksimal 40 orang.
Pendaftaran:
Gampang2 saja, segera transfer pengganti konsumsi (makan siang) sebesar
Rp.25.000,-/ orang, melalui:
BCA Cabang Buah Batu Bandung, No-rek : 77-5053-1851 an. Arif Budiyono,atau
Bank Mandiri Cabang Martadina Bandung, No-rek : 131-000-4298-628 an. Arif
Budiyono,atau
Bank Syariah Mandiri Cabang Buah Batu Bandung, No-rek : 125-700-8701 an. Arif
Budiyono, atau
BNI Cabang Bandung, No-rek : 0153-629-636 an. Arif Budiyono
Setelah membayar, jangan lupa konfirmasi:
Kirim email ke ab_djamsa@yahoo.com cc ke arif@cinox.co.id dengan menyebutkan nama, besarnya transfer, waktu transfer, melalui Bank apa, ke rekening bank apa.
Penting! Cantumkan: Membawa mobil atau Tidak membawa mobil. Jika membawa mobil, cantumkan bersedia share berapa seat. Contoh:
Fauzi Rachmanto, membawa mobil, bersedia share 3 seat.
Peserta yg sudah konfirm akan diumumkan dari waktu ke waktu, hingga H-3 atau
jumlah peserta sudah memenuhi kuota.
Teknis keberangkatan akan diumumkan menyusul.
Buruan mendaftar, jangan sampai kehilangan kesempatan emas belajar bisnis
peternakan langsung di lokasi seperti ini.
Sampai ketemu di Villa Domba!
Salam,
Fauzirachmanto.blogspot.com
--------------------TAMBAHAN--------------------
Assalammualaikum Wr. Wb.
Insya Allah Villa Domba siap pak dalam menerima suatu kehormatan ini. Sebagai
informasi tambahan: Bilamana tidak ada kendala maka akan turut hadir pula para
pendekar ternak domba di acara tersebut, antara lain:
Pak Suhadi Sukama selaku sang penggagas Villa Domba.
Kang Yegi dari Sinergi sebagai seorang peternak domba muda yang posisi jualan
kurbannya saat ini sudah mencapai 4000 ekor dan baru saja menolak tawaran ekspor domba ke Saudi Arabia.
Kemudian para CPD alias Cewek Pecinta Domba yang posisi jualan kurbannya saat
ini sudah mencapai 2000 ekor dan keberadaannya dapat didengar pada radio Hard
Rock FM.
Pak Teddy si Peternak Luar Biasa dengan gagasan kurban melaluinya hanya cukup
dengan menyetor uang Rp. 1 juta dapat kurban sepanjang masa.
Beberapa pendekar ternak domba lainnya yang Alhamdullilah dari pertemuan di
Villa Domba kemarin siap hadir dan berkenan membagi ilmu berikut pengalamannya.
Semoga tidak ada perubahan dan halangan dari mereka disamping personil inti
Villa Domba. Ucapan permohonan maaf baru merespond Emailnya dikarenakan sedang sibuk persiapan kurban 1429 H. Informasi tentang profile pendekar ternak domba Insya Allah akan diposting pada minggu ini pada Blog Domba Garut dikarenakan dilapangan akses internet agak tersendat.
Hatur Nuhun
Agus Ramada S
dombagarut.blogspot.com
--------------------INFO TIDAK PENTING--------------------
Ini adalah contoh foto ekstrim hasil kunjungan saya pas ke villa domba
Yang ngambil gambar: Bos Adzan Wahyu
KUE TART ULANG TAHUN
Sabtu, 15 November 2008
HAMBA DUNIA (CUMA BECANDA)
Agah Suragah : Pak Ustad, hamba dunia teh siapa sih? Orang kaya kah?
Ustad Surustad : Muridku Agah yang tampan, hamba dunia belum tentu orang kaya, bisa iya, bisa ngga
Agah Suragah : Lho maksudnyeh!?
Ustad Surustad : Hamba dunia itu adalah orang yang hatinya terbolak balik karena menjadikan dunia sebagai pembanding
Agah Suragah : Jadi orang kismin eh miskin juga bisa jadi hamba dunia ya Ustad?
Ustad Surustad : Oh bisa lah, masa bisa dong. Misal, kalo dia miskin, dan minder sama orang kaya karena duitnya, itu bisa disebut hamba dunia
Agah Suragah : Beda ya stad, kalo dia minder bukan karena duitnya, tapi minder karena amal solehnya
Ustad Surustad : Iya, memang pinter muridku ini
Agah Suragah : Berarti kalo saya MINDER karena kurang duit, karena kurang pinter, karena kurang populer, karena masih TDB, karena usaha masih kecil, karena karir masih dibawah, karena kurang cakep, saya hamba dunia dong ustad?
Ustad Surustad : Subhanallah, muridku memang ca'em, iya bener Gah
Agah Suragah : Oh satu lagi stad, berarti hamba dunia itu bukan cuman orang yang SOMBONG karena dunia doang stad, yang MINDER karena dunia pun bisa dikategorikan sebagai hamba dunia dong
Ustad Surustad : Subhanallah, bener, ga salah memang saya milih murid secucok kamu Gah
Agah Suragah : Wah siapa siapa dulu dong, Agaaah gitu loh
Ustad Surustad : Gah, sayang kalo keimutan kamu ini disia-siakan, mau saya jodohin ngga?
Agah Suragah : Wah serius nih stad?
Ustad Surustad : Serius, ada salah satu jamaah majelis talim yang saya pimpin, rajin banget, dari awal majelis talim dibentuk sampe sekarang ga pernah absen, masih gadis gah!
Agah Suragah : Wah subhanallah wanita shalehah dong, masih gadis lagi, mau ah ustad, siap gerak! Kapan mau diketemuin nih stad... (nafsu membara)
Ustad Surustad : Wah kalo gitu Alhamdulillah, memang sih beliau masih gadis, tapi semangat jihadnya subhanallah, mantan pejuang 45 Gah, masih mau kan? Inget lho teori hamba dunia (sambil cekikikan)
Agah Suragah : *$&@X* (merah padam)
Senin, 10 November 2008
MENU TERBARU REPUBLIK KULINER NOVEMBER 2008 SEBAGAI TEMPAT TUJUAN WISATA KULINER DI BANDUNG


As usual, hostspot dan ngecharge batere bisa sepuasnya di Republik Kuliner
Bagi anda yang berada di luar kota, terimakasih telah menjadikan RK sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Bandung :)
Kamis, 06 November 2008
CICAK vs NYAMUK & MASALAH vs SOLUSI
Materinya simpel tapi ngena banget ke saya yang beberapa pekan ini sedang agak sulit senyum.
Semua manusia, dalam menjalani hidupnya, pasti akan sibuk dengan dua hal yaitu
1. pusing karena pengen menyelesaikan masalah/persoalan hidupnya
2. lieur karena pengen memenuhi hajat/kebutuhan hidupnya
Beliau mengambil tamsil antara cicak dan nyamuk.
Cicak bisa diibaratkan sebagai masalah, dan nyamuk sebagai solusinya
Atau bisa juga cicak diibaratkan sebagai hajat hidup, dan nyamuk sebagai pemenuhannya
Kemungkinan cicak bisa makan nyamuk ada tiga hal yaitu
1. Si cicak yang mendekati si nyamuk
2. Si cicak mendekati nyamuk, dan nyamuk pun mendekati cicak
3. Si nyamuk yang mendekati si cicak
Kebeneran pekan2 ini saya ngerasa lagi ruwet banget. Jadi yang ngena ke saya barangkali yang tentang kepusingan dalam menyelesaikan masalah hidup.
Nah dari bahasan Aa Gym tentang cicak dan nyamuk diatas, ternyata masalah itu bisa selesai dengan tiga kemungkinan
1. Kita ditunjukkan oleh Allah solusinya, dan kita dibimbing oleh Allah untuk bergerak mendekat ke arah solusi tersebut
2. Kita ditunjukkan oleh Allah solusinya, dan sikon-nya pun Allah skenariokan sedemikian rupa hingga si solusi tersebut sangat mudah untuk segera kita lakukan
3. Kita tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, tapi tiba2 ada aja jalannya dimana solusi atas masalah tersebut datang dengan sendirinya (atas izin Allah), dan akhirnya beres deh
Dan kesimpulan dari tiga hal diatas adalah :
Bagaimana mungkin Allah akan bersegera memberikan solusi atas masalah2 kita, kalo kitanya juga pas dipanggil sama Allah malahan tidak bersegera.
Misalnya nunda2 solat padahal udah jelas bahwa adzan tuh panggilan Allah buat kita yang ngaku Islam. Yuu...
NB :
- pengumuman tidak penting, penulis blog ini adalah pengidap cicak-phobia :D
- komentar dari kang agus ramada mungkin lebih ngena deh, kata beliau :
Setuju pisan kang. Dan kalau boleh menambahkan di mana kata kuncinya adalah ikhlas dalam melakukan segala hal di mana Insya Allah akan senantiasa terbimbing dan diberikan pertolongan oleh-Nya. Ini juga yang sedang menjadi perenungan saya dalam bulan-bulan ini.
Saya mengibaratkan manusia adalah cicaknya dan nyamuk adalah kebutuhannya. Skenarionya bisa saja cicak nguber-nguber nyamuk sampai lelah tapi si nyamuk begitu lincah dan tidak didapat, tapi bukan tidak mungkin si cicak cukup diam dan nyamuk yang mendekati, nah ini yang normal, cicak mengejar si nyamuk dan nyamuk pun didapat, cicak tidak ngoyo mengejar semua nyamuk namun kejarlah nyamuk yang terdekat dengan usahanya. Kok jadi membahas soal cicak dan nyamuk ya kang? He3x....
6 DERAJAT WANITA SOLEHAH DILIHAT DARI CASINGNYA
"Gah, gimana cara bedain tu akhwat tingkat tinggi atau biasa aja dari penampilannya?"
"Hmm... kalo akhwat tingkat tinggi mah make manset, soalnya khawatir pergelangan tangannya terlihat, kan aurat" Jawab saya dengan yakin
"Salah!" Kata sobat saya sambil mesem2
"Yang bener adalah, akhwat tingkat tinggi mah walau buka sepatu tapi ga pernah buka kaos kaki, soalnya kaki kan aurat"
"Buset, rajin banget lu merhatiin sampe sedetail ini, berarti ngeceng nya lebih parah dari gue" Gumam saya dalam hati sambil ketawa ketiwi
Nah ngomong2 masalah penampilan alias casing, maka kami berdua menyimpulkan bahwa untuk mencapai derajat wanita solehah tingkat tinggi menurut versi kami adalah
Derajat pertama, si eneng dengan kerudung gaul diiket ke leher, sambil pakaian masih ngetat sana sini
Derajat kedua, si eneng dengan kerudung ga diiket tapi ga nutupin dada, baju mulai longgar hingga pinggang, dan lebih sering mengenakan celana
Derajat ketiga, si eneng dengan kerudung terulur hingga dada, baju longgar hingga menutupi pinggul, lebih sering mengenakan rok daripada celana, dan udah pake manset
Derajat keempat, si eneng kerudung lebar, baju sangat longgar, pake rok everyday, manset udah keharusan, kaos kaki kadang dilepas. Nah tapi si eneng hobinya adalah mengenakan pakaian yang warnanya ngejreng, misal dari atas sampe bawah warnanya pink semuaaaah :D
Derajat kelima, si eneng jilbabers dengan baju, rok, manset, dan kaos kaki yang udah konsisten dipake terus. Lebih sering mengenakan warna2 yang tidak menarik perhatian, walau tetep aja ga bisa menutupi kemanisannya, hehehe....
Dan akhirnya derajat keenam, yaitu yang model2 Aisha di pilem Ayat2 Cinta. Auratnya benar2 hanya milik suaminya :D :D :D
Yah tapi da ini mah hanya iseng2an kami aja, maklum masih bujangan, darah muda.
Sekali lagi, jangan beli henpon karena casingnya doang. Dan jangan naksir sama wanita cuman karena cantiknya doang.
Sebagaimana casing henpon bisa diupgrade, kecantikan pun bisa diupgrade, tinggal mau atau ngga aja ngemodalin calon istri kita kalo misal entar berjodoh.
Yang terpenting dari henpon adalah optimal dalam artian speks sesuai kebutuhan kita. Ngapain nyari yang tinggi kalo akhirnya malah mubadzir.
Begitupun nyari calon istri, ngapain nyari yang super duper kalo akhirnya jadi mubadzir ke kitanya. Dan lebih sedih lagi, potensi si teteh bisa jadi malah ngga maksimal, terkorbankan gara2 kita.
Sadar diri aja lah, butuhnya yang gimana, yang bisa optimal buat sama2 mengepakkan sayap ke surga kelak ;)
Sekali lagi, ini mah tulisan iseng. Mohon maap lahir dan batin buat yang kurang berkenan.
Selasa, 04 November 2008
PULSA YANG HARUS DI ISI ULANG TIAP HARI
Begitupun keimanan, kalo tidak diisi ulang dengan menuntut ilmu (baca, denger, hadir pengajian, dsb) dan beramal shaleh (ibadah harian) maka keimanan dijamin akan menurun
Saya baru aja nemu situs bagus dan nampaknya nyambung banget dengan ilustrasi diatas, situsnya www.pulsakehidupan.com
Nah, kalo yang paling menarik bagi saya, di situs ini ada artikel2 kuliah online nya ustad yusuf mansur, link nya ada di kiri bagian kuliah tauhid
Selamat mengisi pulsa keimanan ya ^_^
Kamis, 30 Oktober 2008
HALAL BI HALAL NASIONAL KOMUNITAS BISNIS TANGANDIATAS 2008
Komplet ...
Sebagai pembicara tamu, ada Bp. Masruhul Amri (http://amri.web.id), yang sudah tidak diragukan lagi akan membantu kita membuka kunci2 sukses dalam diri kita. Acara ini akan dimoderatori oleh sosok usahawan muda di TDA Bandung. Siapa lagi kalau bukan Kang Agah, pemilik Republik Kuliner http://republikkuliner.com) tempat nongkrong enak dan makan enak di Bandung.
Dan tidak kalah penting nya adalah penampilan "jagoan2 TDA", dalam talkshow nanti yang akan dipandu Bapak Iyan, tokoh kewirausahaan Bandung yg jenius sekaligus jenaka. Diantaranya:
1. Pak Hadi Kuntoro (http://rajaselimut.com). Siapa yg tdk kenal beliau, sosok yang sudah berhasil mentransformasikan diri dari seorang TDB sukses di perusahaan besar, menjadi full TDA yang lebih sukses lagi. Apa rahasia Pak Hadi? Anda ingin seperti Pak Hadi? Silakan simak di talkshow nanti.
2. Pak Eddy Aji (http://warungbarokah.com). Raja voucher pulsa elektronik dari Cimahi. Tidak hanya menjadi pelopor di industri server-pulsa, Pak Eddy sukses merambah berbagai bidang lain seperti software, digital printing, dsb. Hebatnya lagi beberapa usahanya berhasil difranchise kan dengan dukungan kemitraan dari Bank nasional. Ingin tahu bagaimana Anda bisa memulai bisnis tanpa modal? Wajib menyimak penuturan Pak Eddy.
3. Mas Andi Sufariyanto (http://adilagroup.com). Anak muda yang sukses membesarkan group usaha Adila Group. Payung usaha yang menaungi bisnis Properti, Fashion,Virtual Office dsb. Tidak heran kalau pengusaha muda sukses ini masuk dalam jajaran finalis Wirausaha Muda Mandiri.Bagaimana kiat2 nya melejitkan Adila Group dalam usia yang demikian belia? Temukan jawabannya dalam talkshow nanti.
Hanya itu? Tidaaak ....
Masih banyak lagi ... Siapa saja mereka? Tunggu, akan kita informasikan. Makanya monitor terus update "Jelang Halal Bi Halal TDA".
ACARA FORMAL:
Sabtu, Tanggal 08-11-2008
08.30 - 09.00: Pendaftaran & silaturahmi
09.00 - 09.45: Sambutan: TDA Bandung, TDA Pusat, Pembina TDA
09.45 - 10.00: Nasyid, Ice-breaker
10.00 - 12.00: Materi "Unlocking Potential Power in Business" oleh Bp. Masrukhul Amri
12.00 - 13.30: Istirahat - Shalat - Makan Siang - Silaturahmi
13.30 - 15.00: Talkshow interaktif
15.00 - : Penutupan & Silaturahmi
ACARA INFORMAL: (Bagi rekan2 dari luar Bandung yang menginap, dan rekan2 TDA Bandung yang dapat hadir)
19.30 - selesai: "Nge-bandrek & ngobrol santai TDA": Acara bebas, ngobrol2 santai seputar TDA sambil menikmati makanan2 khas Bandung, mie kocok, baso tahu, minum bandrek, bajigur, dsb.
Minggu, Tanggal 09-11-2008
10.00 - selesai: Kunjungan bersama ke pameran UKM di Abdurrachman Trade Center (ATECE).
Salam,
Fauzi Rachmanto
---
Dear All
Untuk rekan2 di luar Jakarta bisa langsung registrasi ke saya (arif budiyono) dengan mentranfer uang sebesar 50.000,- dan tolong beri angka unik untuk memudahkan saya. misalnya 50.017
Setelah tranfer harap segera konfirmasi via email ke ab_djamsa@yahoo.com cc ke arif@cinox.co.id dengan menyebutkan nama, besarnya tranfer, waktu tranfer, dengan bank apa, ke bank apa, serta PID (record, nomer unik) atau apalah namanya sesuai bank masing2. syukur kalo bisa di attc bukti tranfernya.
tranfer bisa memilih salah satu bank dibawah semua atas nama : Arif Budiyono
BCA Cabang Buah Batu Bandung
No-rek : 77-5053-1851
atau
Bank Mandiri Cabang Martadina Bandung
No-rek : 131-000-4298-628
atau
Bank Syariah Mandiri Cabang Buah Batu Bandung
No-rek : 125-700-8701
atau
BNI Cabang Bandung
No-rek : 0153-629-636
terima kasih.
salam
- Arif Budiyono,
081 321 535 325
http://cinox.co.id
Yang dari Jakarta silakan kontak CP TDA Jakarta
Dwi Wahyono, telpon : 021-70449090
Siska Tri Hapsari, telpon: 081318114437
Benarkah Istri Tidak Wajib Masak dan Mengurus Rumah?
Udah lama ngga ngeblog, masih mengumpulkan energi
Sekarang mah pemanasan dulu aja ah
Kopas artikel untuk menyongsong masa depan yang gilang gemilang kelak ^_^
Enak dibaca (oleh ibu2) dan perlu (untuk bapak2)
Dari www.warnaislam.com silakan menikmati
---
Pertanyaan
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz yg dirahmati Allah,
Saya adalah seorang ibu yg pernah mengikuti tausiyah Ustadz ketika mengisi safari Ramadhan di Qatar. Mudah2an Ustadz masih ingat materi "memuliakan istri", ketika itu ustadz menjelaskan kewajiban suami dalam hal nafkah, istri tdk berkewajiban memasak, mencuci, menyetrika dll, (pekerjaan Rmh Tangga), dan dibolehkan meminta hak atas materi kpd suami utk keperluan pribadinya. Apa yg ustadz sampaikan menuai pro kontra diantara kami, apalagi saat itu ustadz tidak secara gamblang menyertakan hadits/ayat Qur'an yg mendasarinya. Pertanyaan saya :
1. Tolong jelaskan hadits/ayat ttg hal tsb diatas, yang rinci ya ustadz.
2. Apakah hal tsb diatas merupakan khilafiyah, diantara para ulama, kalo ya, tolong juga disertakan pendapat2 ulama lainnya.
3. Dalam terjemahan khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW, pada saat wukuf diarafah, disebutkan" ...dan berikanlah istrimu makanan dan pakain yang layak," secara bhs Arab samakah arti makanan dan bahan makanan, saya mempunyai persepsi hal itu berbeda, krn makanan adalah siap makan, sedangkan bahan makanan adalah siap olah, tetapi saya ragu, karena ini terjemahan, khawatirnya saya salah persepsi.
Terima kasih atas jawabannya, semoga masalah ini menjadi lebih jelas dan kami senantiasa diberi hidayah utk senantiasa ridho dg ketetapan Allah. Amin
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Widia
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa kabar ibu-ibu sekalian, semoga sehat-sehat ya. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesarnya-besarnya atas semua yang telah disiapkan oleh ibu-ibu di Doha Qatar dan di kota-kota lainnya, dalam kesempatan ber-Ramadhan selama saya disana. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ibu-ibu. Dan saya mohon maaf kalau ada hal-hal yang sekiranya kurang berkenan di hati dan juga merepotkan.
Tentang materi 'memuliakan istri' itu, memang saya mendengar bahwa sempat para bapak komplain, ya. Karena ternyata 'kenikmatan' para bapak selama ini jadi seperti agak dipertanyakan dasarnya.
Sebenarnya bahwa seorang wanita tidak wajib memberi nafkah, baik makanan, minuman, pakaian dan juga tempat tinggal, bukan hal yang aneh lagi. Semua ulama sudah tahu sejak kenal Islam pertama kali. Dan pemandangan itu juga pasti ibu-ibu lihat di Qatar kan. Coba, ibu bisa lihat di pasar dan supermarket di Doha, yang belanja itu bapak-bapak kan? Bukan ibu-ibu, ya?
Nah itu saja sudah jelas kok, bahwa kewajiban memberi makan adalah bagian dari kewajiban memberi nafkah. Dan yang keluar belanja mengadakan kebutuhan rumah sehari-hari yang para suami, bukan para istri. Ibu-ibu kan lihat sendiri di Doha.
Saya sendiri selama di Doha diajak masuk ke tiga mal besar, salah satunya saya masih ingat, Belagio. Nah, saat saya di dalam ketiga mal itu, umumnya saya ketemu dengan laki-laki. Perempuan sih ada, tapi biasanya sama suaminya. Jadi yang belanja kebutuhan sehari-hari bukan ibu, tapi bapak.
Bahkan pertemuan wali murid di sekolah di Doha pun, bukan ibu-ibu yang hadir, tapi bapak-bapaknya. Ini juga menarik, sebab kebiasaan kita di Indonesia, kalau ada pertemuan orang tua / wali murid, yang datang pasti ibu-ibu. Bapak-bapaknya tidak harus dengan alasan pada kerja. Tapi di Doha, yang datang bapak-bapak dan meetingnya dilakukan malam hari, selepas bapak-bapak pulang kerja.
Mana Ayat Quran atau Haditsnya?
Ya, terus terang tidak ada ayat yang menjelaskan sedetail itu, begitu juga dengan hadits nabawi. Maksudnya, kita akan menemukan ayat yang bunyinya bahwa yang wajib masak adalah para suami, yang wajib mencuci pakaian, menjemur, menyetrika, melipat baju adalah para suami.
Kita tidak akan menemukan hadits yang bunyinya bahwa kewajiban masak itu ada di tangan suami. Kita tidak akan menemukan aturan seperti itu secara eksplisit.
Yang kita temukan adalah contoh real dari kehidupan Nabi SAW dan juga para shahabat. Sayangnya, memang tidak ada dalil yang bersifat eksplisit. Semua dalil bisa ditarik kesimpulannya dengan cara yang berbeda.
Misalnya tentang Fatimah puteri Rasulullah SAW yang bekerja tanpa pembantu. Sering kali kisah ini dijadikan hujjah kalangan yang mewajibkan wanita bekerja berkhidmat kepada suaminya. Namun ada banyak kajian menarik tentang kisah ini dan tidak semata-mata begitu saja bisa dijadikan dasar kewajiban wanita bekerja untuk suaminya.
Sebaliknya, Asma' binti Abu Bakar justru diberi pembantu rumah tangga. Dalam hal ini, suami Asma' memang tidak mampu menyediakan pembantu, dan oleh kebaikan sang mertua, Abu Bakar, kewajiban suami itu ditangani oleh sang pembantu. Asma' memang wanita darah biru dari kalangan Bani Quraisy.
Dan ada juga kisah lain, yaitu kisah Saad bin Amir radhiyallahu 'anhu, pria yang diangkat oleh Khalifah Umar menjadi gubernur di kota Himsh. Sang gubernur ketika di komplain penduduk Himsh gara-gara sering telat ngantor, beralasan bahwa dirinya tidak punya pembantu. Tidak ada orang yang bisa disuruh untuk memasak buat istrinya, atau mencuci baju istrinya.
Loh, kok kebalik? Kok bukan istrinya yang masak dan mencuci?. Nah itulah, ternyata yang berkewajiban memasak dan mencuci baju memang bukan istri, tapi suami. Karena semua itu bagian dari nafkah yang wajib diberikan suami kepada istri. Sebagaimana firman Allah SWT :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa' : 34)
Pendapat 5 Mazhab Fiqih
Namun apa yang saya sampaikan itu tidak lain merupakan kesimpulan dari para ulama besar, levelnya sampai mujtahid mutlak. Dan kalau kita telusuri dalam kitab-kitab fiqih mereka, sangat menarik.
Ternyata 4 mazhab besar plus satu mazhab lagi yaitu mazhab Dzahihiri semua sepakat mengatakan bahwa para istri pada hakikatnya tidak punya kewajiban untuk berkhidmat kepada suaminya.
1. Mazhab al-Hanafi
Al-Imam Al-Kasani dalam kitab Al-Badai' menyebutkan : Seandainya suami pulang bawa bahan pangan yang masih harus dimasak dan diolah, lalu istrinya enggan unutk memasak dan mengolahnya, maka istri itu tidak boleh dipaksa. Suaminya diperintahkan untuk pulang membaca makanan yang siap santap.
Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah fi Fiqhil Hanafiyah disebutkan : Seandainya seorang istri berkata,"Saya tidak mau masak dan membuat roti", maka istri itu tidak boleh dipaksa untuk melakukannya. Dan suami harus memberinya makanan siap santan, atau menyediakan pembantu untuk memasak makanan.
2. Mazhab Maliki
Di dalam kitab Asy-syarhul Kabir oleh Ad-Dardir, ada disebutkan : wajib atas suami berkhidmat (melayani) istrinya. Meski suami memiliki keluasan rejeki sementara istrinya punya kemampuan untuk berkhidmat, namun tetap kewajiban istri bukan berkhidmat. Suami adalah pihak yang wajib berkhidmat. Maka wajib atas suami untuk menyediakan pembantu buat istrinya.
3. Mazhab As-Syafi'i
Di dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab karya Abu Ishaq Asy-Syirazi rahimahullah, ada disebutkan : Tidak wajib atas istri berkhidmat untuk membuat roti, memasak, mencuci dan bentuk khidmat lainnya, karena yang ditetapkan (dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta'), sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban.
4. Mazhab Hanabilah
Seorang istri tidak diwajibkan untuk berkhidmat kepada suaminya, baik berupa mengadoni bahan makanan, membuat roti, memasak, dan yang sejenisnya, termasuk menyapu rumah, menimba air di sumur. Ini merupakan nash Imam Ahmad rahimahullah. Karena aqadnya hanya kewajiban pelayanan seksual. Maka pelayanan dalam bentuk lain tidak wajib dilakukan oleh istri, seperti memberi minum kuda atau memanen tanamannya.
5. Mazhab Az-Zhahiri
Dalam mazhab yang dipelopori oleh Daud Adz-Dzahiri ini, kita juga menemukan pendapat para ulamanya yang tegas menyatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi istri untuk mengadoni, membuat roti, memasak dan khidmat lain yang sejenisnya, walau pun suaminya anak khalifah.
Suaminya itu tetap wajib menyediakan orang yang bisa menyiapkan bagi istrinya makanan dan minuman yang siap santap, baik untuk makan pagi maupun makan malam. Serta wajib menyediakan pelayan (pembantu) yang bekerja menyapu dan menyiapkan tempat tidur.
Pendapat Yang Berbeda
Namun kalau kita baca kitab Fiqih Kontemporer Dr. Yusuf Al-Qaradawi, beliau agak kurang setuju dengan pendapat jumhur ulama ini. Beliau cenderung tetap mengatakan bahwa wanita wajib berkihdmat di luar urusan seks kepada suaminya.
Dalam pandangan beliau, wanita wajib memasak, menyapu, mengepel dan membersihkan rumah. Karena semua itu adalah imbal balik dari nafkah yang diberikan suami kepada mereka.
Kita bisa mafhum dengan pendapat Syeikh yang tinggal di Doha Qatar ini, namun satu hal yang juga jangan dilupakan, beliau tetap mewajibkan suami memberi nafkah kepada istrinya, di luar urusan kepentingan rumah tangga.
Jadi para istri harus digaji dengan nilai yang pasti oleh suaminya. Karena Allah SWT berfirman bahwa suami itu memberi nafkah kepada istrinya. Dan memberi nafkah itu artinya bukan sekedar membiayai keperluan rumah tangga, tapi lebih dari itu, para suami harus 'menggaji' para istri. Dan uang gaji itu harus di luar semua biaya kebutuhan rumah tangga.
Yang sering kali terjadi memang aneh, suami menyerahkan gajinya kepada istri, lalu semua kewajiban suami harus dibayarkan istri dari gaji itu. Kalau masih ada sisanya, tetap saja itu bukan lantas jadi hak istri. Dan lebih celaka, kalau kurang, istri yang harus berpikir tujuh keliling untuk mengatasinya.
Jadi pendapat Syeikh Al-Qaradawi itu bisa saja kita terima, asalkan istri juga harus dapat 'jatah gaji' yang pasti dari suami, di luar urusan kebutuhan rumah tangga.
Perempuan Dalam Islam Tidak Butuh Gerakan Pembebasan
Kalau kita dalami kajian ini dengan benar, ternyata Islam sangat memberikan ruang kepada wanita untuk bisa menikmati hidupnya. Sehingga tidak ada alasan buat para wanita muslimah untuk latah ikut-ikutan dengan gerakan wanita di barat, yang masih primitif karena hak-hak wanita disana masih saja dikekang.
Islam sudah sejak 14 abad yang lalu memposisikan istri sebagai makhuk yang harus dihargai, diberi, dimanjakan bahkan digaji. Seorang istri di rumah bukan pembantu yang bisa disuruh-suruh seenaknya. Mereka juga bukan jongos yang kerjanya apa saja mulai dari masak, bersih-bersih, mencuci, menyetrika, mengepel, mengantar anak ke sekolah, bekerja dari mata melek di pagi hari, terus tidak berhenti bekerja sampai larut malam, itu pun masih harus melayani suami di ranjang, saat badannya sudah kelelahan.
Kalau pun saat ini ibu-ibu melakukannya, niatkan ibadah dan jangan lupa, lakukan dengan ikhlas. Walau sebenarnya itu bukan kewajiban. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang teramat besar buat para ibu sekalian. Dan semoga suami-suami ibu bisa lebih banyak lagi mengaji dan belajar agama Islam.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Sabtu, 20 September 2008
RAMADHAN #18

Foto ini diambil tahun lalu di depan kantor kecil bimbingan belajar privat Alkemis, yang kini dikelola oleh Pri. Tahun lalu Firman jadi pengajar disini. Pengen ngelatih softskill, katanya.
Saya ingat tahun lalu, saat Pri mengenalkan Firman pada saya. Walau terancam cumlaude di Teknik Kimia ITB, Firman yang kalem ini sama ucuy-nya dengan Pri dalam hal bahasa enggreris. Masih jagoan saya pokoknya mah :P
Nah, Alhamdulillah berkat tekad yang kuat dan kerja keras, Firman yang cita2nya jadi gubernur Jambi ini bisa melanglangbuana ke Bumi Allah nun jauh disana.
Denger2 sih dia mati2an nonton dorama jepang yang teks-nya bahasa enggeris sambil ngebabat soal2 TOEFL sebulan penuh!
Tadi malam Firman dateng ke RK mesen kerapu spesial, baru beberapa hari tiba di tanah air katanya.
Dan sambil tersenyum nakal saya berkata
"Man, nanti kita sebarin brosur Alkemis lagi ya di depan SMA 3"
Sontak kami pun tertawa lepas mengenang masa2 indah tahun lalu tersebut.
Jumat, 19 September 2008
RAMADHAN #17
Kemaren ada sahabat deket yang beli tas laptop yang saya jual via internet
Dia beli GIGA yang warna merah
Ini contoh produknya, tapi yang biru navy, yang merah lupa motret euy
Yah lumayan, untungnya bisa buat beli baso 5 piring hehehe....
Special thanx to Pak Roni yang mau2nya saya repotin padahal transaksi taslaptop mah ga segede Manet :)
Pemakai laptop saat ini meningkat drastis. Dari segi harga, produk Deuter ini ada di tengah-tengah, di antara merek Ta***s dan Ei**r atau Ex***rt. Soal kualitas? Masak masih ragu dengan perusahaan yang sudah berjaya di Jerman selama 110 tahun?
RAMADHAN #16
Alhamdulillah, sebelumnya kami mengucapkan terimakasih secara khusus atas rekomendasi Kang Agus Ramada sehingga wartawan mau2nya ngelliput usaha kami yang baru 5 bulan jalan.
Inilah foto2nya, selamat menikmati
Rabu, 17 September 2008
RAMADHAN #15

Mengelola bisnis itu ibarat telor, cukuplah kita dengan menikmati kuningnya, sementara putih telornya kita bagikan ke lingkungan sekitar.
Selasa, 16 September 2008
RAMADHAN #14

Jangan ragu untuk melangkah, bila kita yakin jalan yang kita tempuh diawali dengan niat yang baik. Walaupun di tengah jalan muncul berbagai kendala yang membuat bimbang.Yakinlah, bahwa bila niat awal kita sudah benar, janji dan pertolongan Allah akan datang, seberat apapun kendalanya.
RAMADHAN #13
Minggu, 14 September 2008
RAMADHAN #12
Ilustrasi pertama
Saya yakin, kebanyakan orang pernah jatuh karena cinta. Misalnya karena kekasih yang didamba ternyata tidak memilih kita sebagai pasangan hidupnya.
Jujur saja, saya pun pernah.
Dan sebagai dampaknya, saya menjadikan prestasi sebagai pelarian. Baik dari aspek akademis, aspek eksistensi, maupun aspek finansial.
Intinya saya ingin, dengan prestasi yang saya raih, si teteh menjadi menyesal karena tidak memilih saya. Dengan kata lain, saya berprestasi karena iri pada pasangan yang dipilih si teteh.
Memang sih, energi yang dihasilkan sangat dahsyat. Namun, karena bahan bakar energi tersebut bukanlah sesuatu yang baik, maka hasilnya pun menjadi buruk.
Prestasi yang didasari rasa iri hanya melahirkan perasaan hampa.
Ilustrasi kedua
Entah ini hanya berlaku bagi saya, ataupun berlaku pula pada pengusaha lainnya.
Kata2 sensitif bagi golongan ini biasanya adalah, omset, profit, modal, jumlah karyawan, total liputan media, dan sebagainya.
Misalkan kita melihat teman kita yang bisnisnya anu, modalnya cuman sedikit, tapi menghasilkan profit sekian.
Kita jadi pengen, padahal saat ini sedang mengelola bisnis yang bidangnya berbeda. Karena rasa iri, kita pun mencoba bisnis yang berbeda tersebut dengan alasan hanya sambilan.
Awalnya banyak yang bilang, wah hebat, bisnisnya banyak padahal usianya masih muda.
Tapi pada akhirnya, bisnis yang baru akhirnya bangkrut karena namanya juga pengen instan, dan bisnis yang udah jalan akhirnya tutup karena ga keurus.
Prestasi yang didasari rasa iri hanya menghasilkan kehancuran.
---
Begitulah, jangan jadikan rasa iri sebagai bahan bakar perjalanan kita dalam hidup.
Buku berjudul Succeed above Success yang ditulis oleh Pak Joe menggambarkan kebenaran pernyataan tersebut.
Entah ini sesuai dengan pemikiran penulisnya atau tidak, ada dua hal yang saya simpulkan dari tiap tahap kemajuan hidup Pak Joe ini.
Pertama, dia ingin sukses agar istrinya bahagia
Kedua, dia ingin perusahaannya sukses agar karyawannya bahagia
Sebagai buahnya, hingga hari ini Datascrip tetap merupakan salah satu perusahaan solusi bisnis perkantoran terbesar di Indonesia.
Resensi : Belajar dari Filosofi Kucing Bersepatu Lars by Majalah Gatra
Jumat, 12 September 2008
RAMADHAN #11

"Kang Agah, terhitung bulan Agustus, cashflow kita mulai positif"
Serasa melayang2 ke langit ke tujuh mendengarnya. Walau kemudian kesadaran saya pulih mendadak setelah mengetahui bahwa angkanya cuma cukup buat beli sepasang sepatu pantofel :D
Tapi biarlah, seberapapun angkanya, ini adalah suatu hal yang sangat patut disyukuri. Pencapaian kami terbilang cepat bila dibandingkan dengan cerita teman2 lain yang sama2 merintis bisnis.
Mungkin ada yang bertanya2, gimana caranya biar sebuah bisnis bisa bertahan di awal2 pendiriannya?
Ulasan dari teman saya, Tante Adzan mungkin bisa mewakili
----
Suatu siang ada sahabat datang ke rumah
mr.X : Zan, istri gw udah siap nih buka resto bakmi
saya : Oh bagus, emang ada permintaan?
mr.X : Ga sih, cuma dia diajarin sama koki terkenal, bahan baku murah dsb...
Ditempat lain, dengan tokoh yang berbeda
si Y : Eh gw kenal sama produsen jilbab yang itu lho.. mau jualan jilbab juga ah
saya : Emang ada permintaan jilbab?
si Y : Ya ga ada sih..
Coba perhatikan,
dua orang diatas hanya memperhatikan aspek produksi dari perusahaan (kesediaan suplier dan bahan baku). Padahal prinsip entrepreneur adalah "to sell". kata "to sell" ini memerlukan obyek tentunya, yaitu buyer or customer. Subyek nya pun diri kita sendiri sebagai pedagang. Sama sekali ga perlu peran Suplier disini. Betul ga?
Kalau kata Pak Fauzi, sama dengan konsep dagang di negeri china.
Satu cerita lagi dari temen saya yang lain, sebut saja Z
mr.Z : gw mau bikin sabun sejenis sunlight
saya : wah bagus donk. ada permintaan? (pertanyaan standar saya hehehe)
mr.Z : ya pasti ada lah. Pengguna sunlight itu misalkan 10 juta orang, masa ya susah saya mau ambil 10% nya (baca : 1juta orang). Harga kita lebih murah loh
saya : ya susahlah.. (tentu saja diucapkan dalam hati ahhaha)
Kenapa dibilang berdagang di negeri china, karena ada pepatah "masa iya dari 1 milyar penduduk china 1%-nya ga menggunakan sabun produksi saya"
Lagi-lagi aspek produksi!
Kenapa sih ga mulai bisnis dari yang jelas2 sudah ada permintaan!!
Nah ini contoh yang lebih mentingin aspek keuangan
mr.A : Gw punya duit 1 M diabisin buat apa ya
saya : terserah
mr.A : gw beli indomaret sama shop and drive deh
saya : pertimbangannya? emang suka bisnis retail sama bengkel?
mr.A : ngga juga sih. cuma mau invest aja
Bandingkan dengan yang ini.. rasakan bedanya
mr.B : gw mau produksi bioethanol ah..
saya : loh kenapa?
mr.B : abis udah ada buyer yang mau, tinggal kontrak maka beres
Udah pasti untung kan?
Atau yang satu ini
Mrs.C : Mas, karyawan mas kan ada 30 orang, saya yang bikin catering nya deh. Dijamin lebih murah, sehat, enak. Saya belum punya usaha apa2 nih mas.
saya : Ya, kenapa enggak
Udah pasti untung kan?
Ditambahin deh
Mr.D : Mas, kan warnet ada belasan, ditambah ada ISP sama konsultan, gimana klo yang suplay komputer dan hardware saya aja. Saya jamin lebih murah, servis dan purna jual lebih memuaskan
saya : Ya kenapa ngga, udah pasti untung kan?
Gimana, ada perbedaan kan?
Yang fokus sama produksi sepertinya lebih gambling dan berisiko. Model seperti inilah yang sering dianut oleh teman2 kita. Dan salah satu penyebab terbesar kegagalan berbisnis.
Sementara 3 ilustrasi terakhir adalah orang2 yang fokus sama demand, baru setelah itu mikirin produksi dan lain2. Orang2 seperti inilah yang memastikan kemenangan sebelum bertarung.
Itulah mengapa Bob Sadino pada awalnya door to door jualan telur ayam. Karena saat itu (selain kurang modal tentunya), permintaan yang ada hanyalah yang dari rumah ke rumah. Jadi ga perlu kan bermodal ribuan peti telur. Orang permintaannya baru tetangga sekitar. Jadi utilitas modal tinggi, penggunaaan modal menjadi efisien, perputaran uang pun cepat. Yang begini ini nih!
Itulah mengapa Adzan (gaya dikit ah) berani bisnis ISP internet provider. Dulu kita berani bisnis ISP karena kita sudah ada "modal" 10 warnet lebih plus warnet-warnet rekanan yang siap berlangganan dengan kita. Dan saat itu kita sedang mengarahkan rudal-rudal marketing kita ke corporate.
Semoga tulisan ini menjawab pertanyaan2 seperti
"Mau bisnis apa ya.."
"Mulai darimana ya.."
"Gak punya modal nih.."
Atau menjawab pertanyaan2 seperti
"Kok bisnis si A bisa ancur ya, padahal kan dia dekat dengan suplier nya blablabla..."
Karena informasi tentang permintaan itu yang "mahal"
Kalo kita udah tau info tentang kebutuhan suatu produk barang/jasa, dengan mudah kita mencari calon suplier2 kita. Bisnis kita pun sudah hampir bisa dipastikan untung.
Nah nanti kalo permintaan sudah menjadi banyak, pasti urusan produksi dan keuangan bisa menyesuaikan dengan sendirinya. Produksi bisa di outsource, keuangan bisa ke bank. wong ada permintaan ya ga
Beda klo dari awal kita mentingin produksi. Permintaan belum tentu ada. Akhirnya gulung tikar deh karena produk kita ga ada yang beli. Sementara overhead tinggi
Sekali lagi mohon dicatat
(sebenernya ini pesen buat diri sendiri yang juga sering kegelincir disini)
Jangan silau dengan aspek Produksi!
Tapi pastikan Permintaan!
Smoga bisa mengubah mindset kita, bahwa bisnis itu gak perlu modal uang besar. Karena diri kita sendiri lah modal terbesar. Perbanyak silaturahmi, jaga amanah.
Smoga berguna
---
Nah salah satu hikmah bisnis di RK adalah, pola kepemimpinan saya berubah dari yang asalnya top down (bikin visi misi, sibuk rapihin administrasi, struktur organisasi) menjadi bottom up (fokus ngejar omset dulu, karena cashflow ibarat darahnya perusahaan).
Dan ternyata hasilnya, alhamdulillah berhasil, walau jumlahnya baru bisa buat beli sepatu pantofel doang :D
Terakhir, kalo mau yang sedikit ilmiah, temen2 bisa baca tulisan dari dosen favorit saya, Pak Yudi Pram yang judulnya Strategy During Infant Period
Gambar dari sini
Kamis, 11 September 2008
RAMADHAN #10

Rabu, 10 September 2008
RAMADHAN #9
Sesuai dugaan, makin kesini RK makin dipercaya sebagai tempat berbuka puasa bersama oleh pelanggan setia kami.
Apalagi dengan bertambahnya meja dan kursi, jelas kesibukan makin tinggi. Apalagi di bulan ramadhan ini kami ngga nambah pegawai. Pengen ngetes, sejauh mana titik maksimal kinerja kami saat ini.
Bagi (segelintir) teman yang kagum melihat saya turun langsung melayani pelanggan, biasa aja kaleee...
Ini mah ya karena emang ga ada lagi pegawai. Sama sekali bukan karena saya ini rendah hati, down to earth dan sebagainya, jangan tertipu ya hehehe...
Nah biasanya jam 8 malem, kesibukan sudah mereda.
Karena lapar (pas buka baru minum teh botol doang) Maka saya pun kepikiran untuk memuliakan diri. Manja ya, baru kerja bentar udah mau memuliakan diri lagi hehehe...
Yang terpikir adalah gulai kepala kakap khas Rumah Makan Padang Sederhana (RMPS) yang logonya SA.
Buat temen2 deket saya, pasti tau kalo saya paling anti makanan pedes. Soalnya dari kecil saya dididik sama ortu seperti itu. Hasilnya, kalo ngegigit cabe rawit walau cuma seiris, bisa nangis mata saya.
Nah kok bisa saya seneng makanan padang yang dikenal pedes.
Sejarahnya adalah saat saya diajak kakek jalan2 ke jakarta dan mampir di RMPS. Karena terpaksa (masa harus protes ke kakek sendiri) maka saya pun milih menu yg ga pedes disana.
Saya direkomendasiin buat milih Gulai Kepala Kakap (yg ternyata menu termahal disana).
Ekspektasi saya ga gitu tinggi. Namanya juga makanan padang. Paling gitu2 doang, pikir saya.
Tapi setelah mulai menyuap dagingnya yang putih tebal disertai kuah yang kuning muda, rasanya wuiiiih muaaaaknyuuuussss uenak beneeeer !!! (Heh lagi shaum, jangan ngiler)
Daging ikannya mudah lepas dari tulang, ga amis, dan kuahnya sangat spicy. Benar2 resep dewa hahaha...
Kembali ke laptop.
Sambil melamun di RK, saya coba2 nginget, dimana ya RMPS terdekat. Oh di Jl.Riau. Sambil keroncongan, saya pun membonceng teman saya. Kami meluncur ke sana.
Pas sampe, ekspektasi kami sudah di puncak. Tapi saat baru saja masuk dan meminta menu dewa tersebut pada pegawainya, ternyata gulai kepala kakap sudah habis sodara2 !!!
Fiuuh, ga boleh lama2 kecewa. Kami pun inget kalo lurus terus, di Jln.Pelajar Pejuang ada restoran yang mirip, namanya Sederhana Bintaro, yang logonya SB. Dulu saya pernah nyoba, dan rasanya ga beda jauh.
Motor pun saya kebut. Suasana makin kalap, kalaparan :D
Dan kami pun sampai. Pintu rumah makan kami buka, dan pertanyaan yg sama kami ajukan ke pegawainya.
Ada gulai kepala kakap? Kata saya
Ada ! Kata pegawainya
Cihuy, alhamdulillah ! Kata saya dalam hati
Ya udah mesen dua porsi, Kata temen saya
Dan jawaban yang tidak diduga2 pun muncul
Maaf pak gulai kepala kakapnya tinggal satu, masih mau? Katanya pegawainya polos
Saya saling berpandangan dengan teman saya. Dan menyadari bahwa masing2 kami bukanlah orang yang cukup dermawan untuk berbagi makanan. Dan kami pun keluar, membatalkan pesanan sambil tercenung.
Untung tercenungnya ga lama, karena setau saya dideket sini ada juga restoran padang megah dengan embel2 merek Sederhana juga. Inisialnya MSP. Ada di prapatan Pelajar Pejuang-Lodaya.
Setau saya, restoran ini udah buka beberapa bulan, tapi kok walau megah masih sepi juga tiap saya lewat.
Tapi sudahlah, ga penting ngurusin bisnis orang. Mending sibuk ngurusin bisnis sendiri.
Kamipun masuk. Dan alhamdulillah, horeeeee, menu-nya ada!
Kami duduk di pojokan, yang kursinya empuk. Tak lama pesanan datang.
Weeeh, gede euy kepala kakapnya. Emosi memuncak, karena lapar. Dan tangan saya pun langsung bergerak menyendok kuahnya sambil mengambil dagingnya.
Suapan pertama pun masuk.
Dan tebak sodara2, saya kecewaaaaa wa wa wa !!!
Dagingnya keras, masih ada tulang, anyir, dan yg parah kuahnya pedes.
Fiuuuh karena ini bulan ramadhan, untung saya cepet sadar. Di satu sisi saya kecewa, tapi di sisi lain saya kasihan kepada owner rumah makan ini.
Investnya udah gila2an, interior dan eksteriornya megah banget. Mungkin ada kali invest sekitar 4 milyar mah. Tapi inti bisnisnya, yaitu makanan enak, sayangnya malah terlupakan.
Makanan tetep saya habiskan. Dan pas membayar tagihan, kami pun memberi masukan kepada pegawainya, sambil nitip pesen agar disampaikan ke bosnya.
Yah, sebagai sesama pengusaha, sebuah profesi yg jarang dipilih orang, tentu saya pun berharap agar kami bisa sama2 sukses. Amiiin
Artikel terkait
- Pada Mulanya Memang Sederhana by Majalah Gatra
- Ekspansi Gaya RM Sederhana Bintaro by Majalah Swa
- Dasar Padang Geblek by MTA
Foto diambil dari sini